Lamongan – Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) menerima laporan terkait gaji terlambat di Persegres Gresik United. APPI pun sudah berkomunikasi dengan manajemen.

Ketua Umum APPI Ponaryo Astaman usai jumpa pers Tribute Match Choirul Huda di Lamongan kepada wartawan mengatakan, APPI baru menerima laporan soal gaji pemain Persegres saja yang belum dibayarkan, yaitu gaji 2 sampai 3 bulan terakhir.

Laporan ini pun ditindaklanjuti dengan mengirimkan surat ke manajemen klub. Namun belum ada respons balik.

“Kami terima laporan soal gaji baru dari Gresik, 2 sampai 3 bulan terakhir,” katanya.

“Kita telah berkirim surat ke manajemen dengan tembusan ke PT Liga, PSSI dan BOPI,” terang Ponaryo.

Ponaryo lebih jauh lagi menjelaskan kalau yang dipersoalkan bukan masalah sanksi, tapi bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini. Soal potensi terjadinya deadlock antara pemain dan manajemen, Ponaryo mengaku kalau hal itu akan menjadi ranah PT LIB sebagai operator dan PSSI.

Pasalnya salah satu sumber dana untuk klub memang dari subsidi dari PT LIB dan PSSI. “Inti dari masalah ini adalah bagaimana hal ini bisa diselesaikan dan kesepakatan yang tercapai antara manajemen dan pemain,” paparnya.

Meski dibuat menunggu oleh manajemen Persegres, APPI belum akan menerapkan batasan waktu. Ponaryo juga mengungkapkan bahwa sejauh ini baru Persegres yang masuk dalam laporan persoalan gaji terlambat.

“Kami belum memberi tenggat waktu karena masih menunggu respons,” katanya.

(raw/mfi)


NO COMMENTS