Milan – Prittt! Peluit panjang yang ditiup wasit Cuneyt Cakir dari tengah lapangan Stadion San Siro menjadi pertanda, pertandingan leg kedua play-off antara tim nasional Italia melawan Swedia berakhir. Hampir bersamaan dengan saat bunyi peluit menggema di stadion, sebelas pemain Italia tertunduk lesu.

Air mata pemain Gli Azzurri tumpah di Stadion San Siro, pada Selasa (14/11/2017) dinihari WIB tadi. Juara dunia 4 kali itu gagal menuju Rusia, -tempat digelarnya World Cup 2018- setelah ditahan sebanding Tim Swedia.

Stadion San Siro di Milan menjadi saksi bisu tumbangnya Tim Gli Azzurri. Seperti apa wujud stadion San Siro?

Pada Rabu, 8 November 2017 atau sepakan jelang laga Italia melawan Swedia, detikcom berkesempatan mengunjungi Stadion San Siro atau biasa juga disebut Giuseppe Meazza.

Setelah sampai di Milan, tak sulit untuk menuju Stadion San Siro. Jika memiliki waktu yang agak panjang di Milan, Anda bisa menggunakan moda transportasi Sub Way, Metro atau kereta tanpa masinis. Moda transportasi tersebut memiliki banyak rute, tapi Anda tak perlu khawatir karena ada petunjuk untuk setiap rutenya.

Namun jika Anda tak banyak waktu di Milan, moda transportasi tersebut bukan pilihan yang tepat. “Metro jalannya lambat,” kata Donny, seorang warga Indonesia yang sering jalan-jalan ke Milan.

Maka taksi menjadi pilihan detikcom menuju Stadion San Siro pada Rabu sore pekan lalu. Dari Duomo, salah satu pusat kota Milan jarak ke stadion San Siro sekitar 30 menit perjalanan dengan ongkos taksi sekitar 20 sampai 25 euro.

Untuk masuk ke dalam Stadion bisa melalui Gate 8. Bagi Anda yang belum membeli tiket online, di dekat Gate 8 ada loket pembelian tiket. Harga tiket dewasa untuk masuk ke dalam stadion dan museum sebesar 17 euro atau sekitar Rp 255 ribu (kurs: 1 euro = Rp 15 ribu). Sementara untuk anak usia 6-14 tahun dan di atas 65 tahun harga tiketnya 12 euro.

“Gratis untuk anak-anak di bawah 6 tahun,” kata petugas tiket.

Foto: Erwin Dariyanto/detikSport

Selain paket di atas, di saat-saat tertentu Stadion San Siro memberikan paket wisata museum, stadion dan menonton pertandingan. Untuk paket ini pengunjung harus merogoh kocek sekitar 300 euro.

Masuk ke dalam stadion Anda akan diarahkan oleh petugas yang berjaga di beberapa titik. “Sore ini tak ada pertandingan, karena pemain sedang bergabung dengan tim nasional Italia untuk pertandingan melawan Swedia,” kata seorang petugas stadion.

Sekitar 20 meter menyusuri lorong dari pintu masuk utama, pengunjung akan menjumpai ruang ganti tim AC Milan di sebelah kiri. Ruang ganti tim berjuluk i Rossoneri (Merah hitam), il Diavolo (Setan), atau Casciavit (bahasa Lombardia: obeng) itu didominasi warna merah. “We’re to be a team of devils,” kalimat itu tertulis di atas 14 kursi pemain AC Milan.

Persis di samping ruang ganti tim AC Milan, ada ruang ganti untuk skuad Inter Milan. Ruang ganti Inter Milan tampak lebih sederhana. Tempat duduk untuk pemain hanya berupa bangku panjang berbentuk lingkaran tanpa pembatas.

Dari ruang ganti, pengunjung akan diarahkan menyusuri lorong yang biasanya juga dilalui para pemain menuju lapangan pertandingan. Sekitar 50 meter dari ruang ganti sampailah di stadion utama tempat biasanya Inter Milan atau AC Milan menjamu tamunya.

Mengunjungi San Siro, Saksi Bisu Kegagalan Italia ke Piala Dunia 2018Foto: Erwin Dariyanto/detikSport

Saat detikcom berada di sana, stadion sedang dalam persiapan untuk pertandingan leg leg kedua play-off antara tim nasional Italia melawan Swedia.

Stadion Giuseppe Meazza, San Siro mulai dibangun pada 1 Agustus 1925 digagas oleh Presiden AC Milan ketika itu Piero Pirelli. Kurang lebih setahun kemudian, tepatnya 15 September 1926 stadion selesai dibangun dan diberi nama Nuovo stadio Calcistico San Siro.

Pada 19 September 1926, stadion ini untuk pertama kalinya digunakan. Dilakukan pertandingan derby antara AC Milan melawan Inter Milan. Inter Milan unggul dengan skor 6 – 3. Awalnya stadion ini hanya digunakan sebagai kandang AC Milan.

Namun pada 1935 Tim Merah Hitam ini mengalami kebangkrutan sehingga harus menjual stadion ini ke pemerintah kota Milan. Pada tahun 1947, Inter Milan ikut menyewa stadion ini untuk tempat latihan. Jadilah stadion Nuovo stadio Calcistico San Siro yang di 3 Maret 1980 berganti nama menjadi Giuseppe Meazza sebagai kandang Inter Milan dan AC Milan.

Stadion San Siro sudah melahirkan sangat banyak bintang sepak bola Italia dan dunia. Sejumlah tim besar Eropa dan Dunia juga pernah tumbang di sini. Dini hari tadi, Stadion San Siro yang berkapasitas 80 ribu penonton itu menjadi saksi bisu terkuburnya mimpi Italia melaju ke Piala Dunia Rusia 2018.

(erd/din)


NO COMMENTS