Turin – Juventus memastikan gelar Scudetto ketujuh beruntunnya akhir pekan kemarin. Gelar itu dinilai CEO Giuseppe Marotta menjadi yang paling sulit diraih.

Juve mematikan gelarnya usai menahan sebanding AS Roma tanpa gol di Stadio Olimpico, Senin (14/5/2018) dini hari WIB. Satu poin membuat Bianconeri mengoleksi 92 poin, tidak akan terkejar Napoli yang punya 88 poin di satu laga tersisa.

Scudetto ketujuh berurutan pun diraih Juve. Sebuah rekor baru yang dicatata tim besutan Massimiliano Allegri itu di kancah Serie A, yang sekaligus mengawinkannya dengan gelar Coppa Italia.


Juve sendiri tidak dengan mudah meraihnya. Napoli sebagai pesaing sempat memaksakan perburuan gelar berlangsung hingga akhir musim lantaran penampilannya yang cukup konsisten.

Hal itu yang diakui Marotta. Ia menegaskan kalau gelar ketujuh berurutan ini menjadi yang paling sulit diraih.

“Jika gelar pertama dari tujuh scudetto menjadi yang paling menarik. Kalau yang ini, tidak diragukan lagi menjadi yang paling sulit,” katanya di situs resmi klub.

Marotta juga menjelaskan soal nasib Allegri, yang justru diisukan bakal hengkang. Ia yakin pelatih yang memberikan empat dari tujuh gelar berurutan Juve itu pasti ingin bertahan.

“Terlepas dari aspek formal, hubungan antara kami telah bekerja sebaik mungkin dan saya pikir kedua pihak pasti ada keinginan untuk terus bersama. Hasilnya telah menunjukkan nilainya, bahkan saya ingat pada 2014 ketika dia tiba mereka memprotes kami,” lanjutnya.

“Kami tahu pilihan yang kami buat dan kami yakin kami telah memecahkan masalah. Allegri di tahun-tahun ini terbukti sebagai seorang juara yang mempersiapkan tim dengan cara terbaik untuk setiap pertandingan, bisa mengelola pemain sebaik mungkin,” pujinya.

(yna/nds)




NO COMMENTS